|
Matraman (STMIK-MJ): Pada tahun akademik 2009/2010 ini, Sekolah Tinggi Manajemen dan Informatika Komputer Muhammadiyah Jakarta (STMIK-MJ) baru menggelar acara Pemilu Raya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK-MJ dengan mengusung tema "Demokrasi Menuju Kampus Madani". Acara tersebut dilaksanakan di kampus STMIK-MJ, Matraman, Jumat (22/05/2009).
Acara ini bertujuan untuk mengadakan pergantian massa jabatan Presiden Mahasiswa (Presma) yang terdahulu karena massa jabatan tersebut telah habis. Semestinya pergantian masa jabatan Presma STMIK-MJ dilakukan setahun sekali, namun karena sempat ada kevakuman hampir sekitar dua tahun di organisasi BEM itu sendiri, makanya baru bisa terwujud pada tahun ini.
“Saya sebagai perwakilan mahasiswa merasa perlu dilaksanakannya acara pemilu ini, karena ini merupakan salah satu kewenangan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan MPM juga membuat suatu undang-undang (kemasiswaan Muhammadiyah) yang nantinya akan dilaksanakan dalam organisasi yang ada di kampus STMIK-MJ sendiri,” ungkap Imam Tadarus selaku Ketua Panitia Pemilu Raya BEM STMIK-MJ
Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Semester VI ini mengatakan ada beberapa syarat yang sudah ditentukan oleh panitia diantaranya yaitu mahasiswa yang aktif di STMIK-MJ, berpengalaman diberbagai organisasi manapun, indeks prestasi komulatif (IPK) minimal 2.5, dan tentu saja ada kemauan serta tanggung jawab untuk memajukan STMIK-MJ itu sendiri.
Pria yang juga pernah mencalonkan Presma tahun 2006/2007 ini memberitahukan bahwa saat ini yang terdaftar menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap) sekitar 300 mahasiswa STMIK-MJ dari kelas pagi dan malam serta dosen dan karyawan. “Namun saat ini (25/5/2009) baru sekitar 61 DPT yang ikut mencontreng. Tapi pencontrengan terus berlanjut sampai semua mahasiswa mendapatkan hak suaranya,” tuturnya.
Layaknya seperti pemilu sungguhan, Pemilu Raya STMIK-MJ untuk pemilihan Calon Presiden Mahasiswa (Capresma) ini juga berlangsung sangat meriah. Terlihat banyaknya mahasiswa yang hadir, dan antusias mereka dalam mengikuti seluruh rangkaian acara, yaitu mulai dari penyampaian visi-misi oleh para Capresma, acara debat kandidat, tanya-jawab, sampai acara terakhir pemilihan atau pencontrengan.
Tak ketinggalan supaya kelihatan lebih seru, dalam acara debat kandidat dihadirkan pula tiga orang panelis (juri), yaitu Puket III STMIK-MJ Faiz Rafdhi CH MKom, mantan Presma Universitas Muhammadiyah Surakarta M. Abdoel Malik, dan Sekjen MPM Muchlis untuk menguji potensi yang ada di dalam diri setiap kandidat Capresma STMIK-MJ.
“Saya ingin membuat suatu gebrakan baru supaya membuat para mahasiswa yang hadir tidak cepat bosan, seperti tahun ini dihadirkannya beberapa panelis tak hanya dari kampus sendiri dengan maksud supaya seluruh mahasiswa yang hadir bisa melihat kemampuan dan potensi masing-masing calon Presma, dan nantinya para mahasiswa dapat memilih atau mencontreng salah satu yang terbaik dari ketiga kandidat tersebut,” tutur Imam Tadarus.
Seperti pemilu tahun-tahun sebelumnya, ada tiga kandidat Capresma STMIKMJ perwakilan dari setiap semester yaitu Muhammad Syahroni (Semester VI), Hadi Agus Widianto (Semester IV), dan Hairil Kurniadi (Semester II). Ketiga kandidat tersebut Jumat lalu (22/5/2009), masing-masing diuji kemampuannya baik dari segi kepiawaiannya menjawab setiap pertanyaan, menganalisa, dan tentunya pengetahuan serta wawasan setiap Capresma STMIK-MJ.
Imam, begitu ia akrab disapa mengungkapkan untuk mewujudkan acara ini banyak sekali hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya dalam hal administrasi. Terdapat pula kendala yang dialami yaitu konfirmasi dari akademis yang kadang masih miscommunication dan masalah pendanaan. “Pendanaan yang diberikan agak sedikit terhambat, dan setetes-setetes seperti air,” kata pria yang menjabat sebagai Menteri Seni dan Budaya periode 2006/2007 BEM STMIK-MJ ini.
Imam menambahkan, dalam acara Pemilu Raya kali ini didatangi tamu undangan dari Akademi Terapi Wicara (ATW) dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. “Sebenarnya kami mengundang banyak Perguruan Tinggi Muhammadiyah lainnya. Kebetulan kami juga sudah punya hubungan link dengan Perhimpunan Mahasiswa Informasi dan Komunikasi (Permikomnas),” ujar pria kelahiran 1 September 1989 ini.
Imam berharap siapa pun yang menjadi Presma STMIK-MJ nantinya bisa membawa kemajuan bagi STMIK-MJ sendiri dan pastinya berkomitmen untuk menjalankan semua program kerja BEM tahun 2009/2010. “Saya harap Presma yang terpilih nanti bisa benar-benar memajukan kampus STMIK-MJ dan bertanggung jawab dalam masa kepemimpinannya. Karena ini merupakan titik awal untuk STMIK-MJ maju ke depannya. Untuk acara Pemilu selanjutnya, supaya lebih baik dan lebih berbobot lagi, “ ungkapnya. [\]
|