| Tajdid Muhammadiyah Pada Bidang TI |
| Ditulis oleh Dr. H. Moh Givi Efgivia, M.Kom | ||||||
| Selasa, 28 Oktober 2008 14:04 | ||||||
Halaman 1 dari 4
Muhammadiyah dalam usianya yang berdiri tahun 1912 dan kini usianya hampir menginjak seabad (96 tahun, tepat pada tanggal 18 November 2008) merupakan sebuah fenomena tersendiri dalam khasanan sejarah Islam di Indonesia. Muhammadiyah telah banyak menghiasi berbagai ruang dan tempat sejarah Indonesia dari mulai pra-kemerdekaan sampai pasca kemerdekaan, eksistensi Muhammadiyah dalam mengisi kemerdekaan tak perlu di ragukan lagi.
Muhammadiyah dikenal sebagai suatu organisasi medernis (Tajdid). Kesediaan Muhammadiyah untuk mengadopsi metode-metode modern (Barat) dalam kehidupan organisasi sehari-hari, Misalnya dalam sistem pendidikan, Muhammadiyah mengambil alih sistem pendidikan barat yakni dengan tanpa memisahkan (dikhotomi) antara pendidikan agama dan pendidikan umum, Muhammadiyah hadir dengan memadukan mata pelajaran agama dan umum, ini merupakan upaya praktis modernisasi yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Itu salah satunya, dan salah satu studi kasus terbaru adalah Muhammadiyah tengah mengembangkan strategi dakwah terbaru dengan melibatkan teknologi informasi (TI) sebagai sarananya. Seiring makin kompleksnya permasalahan yang harus dihadapai oleh Muhammadiyah, sering pada akhir-akhir ini menimbulkan tudingan bahwa organisasi ini sedang mengalami kemandekan. Untuk itu, sangat menarik kiranya Muhammadiyah mencermati dan berdakwah “amar ma’ruf nahyi mungkar” dengan menggunakan media teknologi informasi (TI). Mengingat era kini sudah memasuki era globalisasi. Dewasa ini teknologi informasi memang sudah menyenyuh di berbagai lapisn baik masyarakat keatas, menengah, kebawah maupun berbagai organisasi yang tidak bisa lepas dari TI. Muhammadiyah dan TI sudah tentu saling bersinergi untuk membangun masyarakat yang sebenar-benarnya, sebagaimana yang menjadi tujuan utama Muhammadiyah. Selain itu, kehadiran TI saat ini seakan memiliki fungsi dan efek yang sama. Artinya, fungsi dari kehadiran TI juga telah melahirkan dampak-dampak negative yang ada di masyarakat. Untuk itu, Muhammadiyah dalam hal ini harus mampu berperan aktif untuk mengelola dan memanage secara professional dan proporsional sehingga fungsi-fungsi dari TI dan dampak buruknya bisa di minimalisir. Mengangkat tema “TAJDID MUHAMMADIYAH DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI” di rasa sangat relevan dengan sedikit membuka cakrawala berfikir dalam mencermati bidang TI yang juga bisa digunakan sebagai dakwah. Tidak bisa ditawar-tawar lagi, umat Islam harus mampu menguasai dan memanfaatkan sebesar-besarnya perkembangan teknologi informasi untuk berdakwah. Bahkan Ketua Muslim Information Technology Association (MIFTA) Dr Kun Wardhana Abiyanto mengatakan “Dari sisi dakwah, kekuatan internet sangat potensial untuk dimanfaatkan,”. Bahkan ada sejumlah kalangan beranggapan umat Islam sangat jauh tertinggal di bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan adanya globalisasi, kompetisi tentu akan semakin berat. Maka otomatis kita kan dituntut untuk berlomba-lomba menguasai bidang teknologi informasi serta mencari ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Karena era globalisasi tentu bukan lagi bersaing dari segi modal saja, melainkan sumber daya manusia yang bermutu dan berkualis. Sebagai umat Islam perlu mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman tersebut. Peran Muhammadiyah sebagai gerakan Tajdid (pembaharuan) harus mampu menjawab tantangan masa depan. Bagaimana strategi dakwah Muhammadiyah dalam menjawab tantangan era globalisasi dan informasi saat ini?. Muhammadiyah dan teknologi informasi saling bersinergi. Apabila di cermati sejak kelahiran dan perkembangannya, Muhammadiyah menunjukan identitas sebagai gerakan Tajdid atau pembaharuan. Muhammadiyah yakin bahwa dengan memahami secara sungguh-sungguh, baik dan benar akan ajaran Islam, maka implementasinya tentu akan baik pula. Pembaharuan yang dilakukan Muhamamdiyah sebagai gerakan Tajdid yaitu, pembaharuan cara berfikir dan memahami ajaran Islam agar diterima oleh individu dan masyarakat dimana pun mereka berada. |
||||||
| LAST_UPDATED2 |